Mode ala Urang Minang



BEBERAPA hari ini melintas di beranda postingan orang² yang membahas bahasa Minang (efek algoritma), ada yg bahas bahasa Minang yg baik dan benar, ada yg bahas petitih Minang dll. Sy jadi ingat lagi postingan lama sy soal bahasa Minang ini:  

MODE URANG MINANG

Bahasa Minang banyak ragamnya. Ingat bagaimana orang Minang membahasakan 'sesuatu yg berjumlah lebih dari satu". Kalau kita sok menasehati soal cinta, orang Minang langsung mendebat: "CINTA TU TABAGI SEPEN LO MAH, DA...!" maksudnya, cinta itu banyak pula kategori, klasifikasi, rumpun, jenis dan tetek bengeknya. Tergantung sudut pandang dan ukurannya. Jangan sok tau.

Soal ukur mengukur, nah Anda tahu, orang Minang tak pakai alat ukur yang mainstream kayak meteran. Perhatikan kalau mereka membuat rumah, atau mengukur tanah. Pasti akan keluar kalimat seperti ini:
"ALUN...ALUUUN..., SA ANGIN LAI.....NAHH PASS TU...SIIIP..!"

Alat ukur mereka angin. Hebat nian!

Kalau misalnya mau beli motor seken harga sudah cocok tapi mesti diterai dulu alias ditest drive dulu;

"AWAK CUBO ONDA KO AGAK SALAYOK DULU NYOH. KALAU RANCAK, DEAL..!"

Ukuran satu putaran mereka sebut SALAYOK.

Lain lagi, soal mode. Meski terkenal sebagai raja pedagang pakaian dan pernak  perniknya, istilah mode justru bukan untuk hal ikhwal perbusanaan. 

Kalau Anda suka bohong dan PHP, orang Minang akan mengomeli Anda: " AA LO MODE UDA TU? SUDAH BAIYO BAINDAK AN....."

Atau kalau Anda minta nasehat dan pendapat pada orang Minang, kalimat pembukanya adalah, "NYO MODE IKO MAH, DA....."  

atau kalau Anda didesak pacar untuk segera membawanya ke penghulu....., Anda akan berkilah:

"KINI MODE IKO SE LAH DIAK...., BAJANJI LAH UDAH LAKIK DUO KALI RAYO DIH, UDA MODE IKO JUO BARU, SADANG SAYUIK BANA KINI HAH....."

Yang juga harus Anda waspadai adalah saat di jalan raya jika orang Minang marah besar. Kalau ia bertura-tura kayak gini:  "Woii ANJIANG...elok-elok urang ka talantak!!" itu level marahnya masih selow.

Tapi kalau ngegasnya kayak gini, "Woii HANJIANG...elok-elok urang ka talantak!!"
Perhatikan, penambahan huruf "H" itu wajib Anda waspadai. Itu sinyal bahwa marahnya sudah ke ubun-ubun.

Kalau bos Anda sudah memaki, dengan menambahkan huruf "H" "HONGOOOK  waang mah! Ndak ciek juo nan bahilie..!!!" 
Plisss.... Jangan dijawab.

Atau kalau baca berita ada gubernur korupsi dan di-ott KPK, orang Minang dgn sinis akan menyumpahi: "HAMPAII bana lah dek waang, kalera!"

Itu sedikit hal ikhwal orang Minang. Urang Minang memang mode itu. 

Sambil ngopi pagi. Yuuuk ngopii.
(seruput kopi ☕)

"Brusshhhhh.. anjriiit..... HANGEEEKK...!!!!"

TNCMedia

Dukung editor dan penulis situsweb ini via Bank Rakyat Indonesia (BRI) No Rek: 701001002365501 atau ke BRI No Rek: - 109801026985507 Kontak: 082113030454

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال