Mahasiswa Tewas Bunuh Diri Malah Dibully Teman Sekampus



Britawakanda -- Beredar tangkapan layar percakapan grup WhatsApp mahasiswa. Sejumlah mahasiswa di dalam grup itu bukannya ikut berduka malah justru mengejek korban yang tewas diduga bunuh diri di kampus Universitas Udaya, Bali. Peristiwa ini diberitakan oleh detiksulsel, Sabtu 18 Oktober 2025.

Diberitakan bahwa seorang mahasiswa berinisial TAS (22) tewas diduga bunuh diri. Korban melompat dari lantai empat gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud, Denpasar, Bali, terjadi pada Rabu (15/10/2025).

TAS merupakan mahasiswa semester tujuh Program Studi Sosiologi.

Insiden tersebut bukannya melahirkan empati, tapi malah cemoohan teman-teman kampusnya.
  
Dalam unggahan yang beredar, mahasiswa lintas fakultas-seperti FISIP, FKP, dan Kedokteran itu terlihat menertawakan kematian TAS. Mereka bahkan membandingkan fisiknya dengan konten kreator Kekeyi.

Kelakukuan anggota grup WA tersebut kontan saja menuai kecaman luas dari netizen, termasuk dari mahasiswa Unud sendiri. Kelakukan tersebut dinilai menunjukkan sikap tidak berempati.

Mirisnya, beberapa mahasiswa dalam grup WA yang memberi komentar bernada ejekan itu bahkan disebut-sebut aktif di organisasi kemahasiswaan.

Respon otoritas kampus langsung muncul gara-gara hal itu. Pihak Fakultas FISIP Unud langsung turun tangan menjatuhkan sanksi pendidikan terhadap mahasiswa yang diduga terlibat dalam aksi bullying. Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, menyampaikan sanksi tersebut dalam sidang organisasi mahasiswa (ormawa) yang digelar oleh DPM FISIP.

"Tadi saya sudah sampaikan kepada kaprodi. Saya akan menulis surat kepada yang bersangkutan agar diberikan sanksi pengurangan nilai soft skill dan itu hanya terbatas pada satu semester," ujar Anom dalam siaran langsung Instagram @dpmfisipunud, Kamis (16/10/2025).

Mahasiswa yang dihukum dapat kembali mengikuti perkuliahan seperti biasa di semester berikutnya. Anom juga menyarankan agar mereka membuat surat pernyataan dan video klarifikasi permintaan maaf.

"Membuat surat pernyataan, mengakui itu. Karena buktinya terlalu otentik ada screenshot-nya. Untuk memperbaiki situasi," ujarnya.

"Sanksi ini bukanlah ekspresi kebencian kami sebagai seorang pimpinan. Kami ini seorang guru, tugasnya mendidik," katanya. (Btw)

TNCMedia

Dukung editor dan penulis situsweb ini via Bank Rakyat Indonesia (BRI) No Rek: 701001002365501 atau ke BRI No Rek: - 109801026985507 Kontak: 082113030454

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال