Puisi Oce Satria
Dulu, duluuuu sekali,
waktu kampanye di tivi,
ia bilang kita tak butuh IMF dan Bank Dunia,
sebab hanya akan menghancurkan Indonesia.
Menghancurkan petani-petani di desa-desa, menghancurkan nelayan-nelayan di samudera.
Lalu pendukungnya:
kamu, kamu, kamu, dan kamu....., yaak juga kamuh,
bertepuk riuh,
bahagia tak terkira-kira.
Seumpama kedatangan satria menghunus katana,
Tapi berbilang masa
Ia yang terpuja menjamu even IMF dan Bank Dunia di Nusa Dua,
Pesta berbiaya hampir 1 triliun dari kas negara,
Kota dipoles demi memanjakan kapitalis.
30 helikopter disiapkan untuk para tuan-tuan borjuis
agar kalau-kalau datang bencana mereka bisa diselamatkan tanpa terbata-bata.
Begitu yang kubaca di media.
Di tengah bencana Lombok, Palu dan Donggala,
apakah helat rentenir berbiaya selangit itu pantas dan mendesak untuk kita panitiai?
Aku heran, jika kamu masih sumringah, puji puja dan bangga. Aku tercengang, kenapa kamu senang di-PHP tanpa siuman.
Bukankah sejak pertama ia memacik sudah banyak janji yang ia ungkai?
Tak perlu kubeberkan satu persatu,
Sebab kau mudah mencari tahu,
Kamu tahu dibohongi tapi pura2 bahagia dan menutup malu?
Kamu bahagia Cinta Tak Putus Kawin Tak Jadi?
Ini bukan soal benci,
tapi akal sehat saja.
Dan sedikit nurani,
kalau ada.
6 Oktober 2018
Tags
Puisi Esay
