Kocak! Pemuda di Madiun Ditangkap Dikira Admin Bjorka, eh Ternyata Bukan. Netizen Ngakak Guling-Guling



AJA-AJA ada yang membikin ketawa dari kejadian dan cara aparat bertindak di negeri Nusantara. Salah satunya perihal salah tangkap.

Anda tahu, Bjorka, si hacker pemilik akun twittet @bjorkanism, @bjorkanesia dan lainnya, telah membuat bumi Indonesia gonjang ganjing sejak sebulan terakhir. Aparat bertindak sigap. Si Bjorka keciduk, salah satu diduga adminnya ditangkap aparat kepolisian.

Di sini lucunya. Pemuda yang ditangkap konon tak ada bau-baunya sebagai orang yang ahli utak-atik kode penginternetan, atau apalah apalah yang betkaitan dengan kemampuan di bidang komputer dan data.

Salah tangkap orang ini dikomentari beragam oleh netizen. Dari yang serus sampai yang menulis komentar "Mau ketawa takut Rosa" atau "Wkwkwkwk...ngakak guling-guling".

Lalu orang menduga-duga, siapa dia? Di mana dia ngetwuit, dan secanggih apa kemampuannya membobol data pribadi pejabat dan data negara?

Netizen mengatakan, bisa jadi Bjorka ini ada di luar negeri. Namun tidak tertutup kemungkinan ia sebenarnya ada di Indonesia. Bahkan ada yang menduga kuat, jangan-jangan ia ada di dekat-dekat aparat juga. Dugaan ini sepertinya berlebihan. 

Oke mari kita simak pemberitaan media soal salah tangkap si Bjorka ini.

Perkembangan kasus hacker Bjorka semakin seru diikuti. Inilah perkembangan kasus hacker Bjorka sepanjang Jumat, seperti dihimpun detikINET, Sabtu 17 September 2022.

1. Penjual es ditangkap lalu dilepas polisi

Pemuda bernama Muhammad Agung Hidayatulloh alias MAH (21), warga Desa Banjarsari Kulo, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, diamankan polisi pada Rabu (14/9) pukul 18.30 WIB di toko es lokal. Awalnya dia diduga sebagai hacker Bjorka.

Setelah menjalani pemeriksaan polisi, Agung diantar pulang ke rumah pada Jumat (16/9/2022) pukul 09.30 WIB. Agung dikabarkan kelelahan dan butuh istirahat.

Sementara sang ibu menjelaskan, anaknya tidak punya komputer. Agung cuma punya satu ponsel. Itu sebabnya sang ibu tidak percaya kalau Agung adalah hacker yang menggegerkan Indonesia.

2. Penjual es jadi tersangka

Pada Jumat sore ada kejutan dari polisi. Agung ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga terlibat dalam pembobolan data-data hingga tersebar di internet, yaitu dengan membantu hacker Bjorka.

"Jadi timsus telah melakukan beberapa upaya dan berhasil melakukan mengamankan, tersangka inisial MAH," kata Juru Bicara Divhumas Polri Kombes Ade Yaya Suryana di kantornya, Jumat (16/9/2022).

Agung diduga membantu Bjorka menyediakan kanal di aplikasi percakapan Telegram. Dia juga pernah 3 kali memposting di kanal tersebut. Postingan itu soal pembocoran data terkait Presiden Jokowi dan rencana membocorkan data Pertamina.

Agung tidak ditahan oleh polisi namun dikenai wajib lapor. Masalahnya adalah menurut keluarga, Agung tidak pulang sejak usai Sholat Jumat. Dia pamit ke Mapolsek Dagangan setelah salat Jumat dan tidak kembali lagi.


3. Reaksi Bjorka terhadap si penjual es

Hacker Bjorka mengomentari penangkapan Agung. Lewat Telegram, Bjorka meledek Dark Tracer, tim yang melakukan pelacakan.

"Orang dark tracer setelah melihat aku masih aktif dan mereka sadar memberikan informasi salah ke pemerintah Indonesia namun sudah dibayar," tulis Bjorka, sambil memajang animasi orang sedang menangis.

Bjorka mengomentari penangkapan terhadap Agung. Dia tampaknya merasa iba.

"Anak ini mungkin disiksa agar mengaku oleh pemerintah Indonesia. Tidakkah kalian merasa malu, orang dari Dark Tracer?" tambah Bjorka.

"Anak ini bahkan tak punya laptop atau komputer dan dia hanya penjual es. Apa kalian tahu tentang itu dark tracer? Bagaimana jika nama kalian diubah ke dumb tracer?" pungkas Bjorka.

4. Menkominfo tangkis Bjorka

Menkominfo Johnny G Plate memberikan beberapa pernyataan untuk menangkis beberapa tuduhan hacker Bjorka. Terkait dengan tudingan akan dicopot Presiden Jokowi, Johnny mengatakan itu sepenuhnya adalah kewenangan Presiden Jokowi.

"Itu tidak perlu saya komentari karena kewenangan itu ada di presiden, bukan di saya, bukan di rakyat juga. Itu kewenangan presiden," ujar Johnny di rumah dinas Menkominfo, Widya Chandra, Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Dalam kesempatan itu, Johnny juga bicara soal dirinya mengganti nomor telepon menjadi nomor Amerika Serikat. Johnny menjelaskan dia punya nomor untuk urusan pekerjaan dan urusan pribadi. Pergantian nomor itu kata Johnny untuk faktor keamanan dan meminta masyarakat tidak meributkanya.

"Mengganti nomor, yang segitu banyaknya orang mengganti nomor kan tidak diributkan, kira-kira begitu," ucapnya.


5. Tim anti Bjorka cs

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim khusus menangkal serangan siber, salah satunya serangan hacker Bjorka, beberapa waktu lalu. Menkominfo Johnny G Plate, mengatakan pemerintah saat ini tengah membentuk payung hukumnya.

Emergency response team ini terdiri unsur Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri.

"Kami sudah rapat di bawah koordinasi bapak Menko Polhukam yang mana kini sedang siapkan payung hukum," ujar Johnny di rumah dinas Menkominfo, Kebayoran, Jakarta, Jumat (16/9).

Menkominfo juga menyampaikan penegak hukum di saat bersamaan melakukan pengamanan ruang digital Indonesia yang sejalan dengan peraturan hukum dan undang-undang yang berlaku.





DITETAPKAN JADI TERSANGKA , PRIA ASAL MADIUN YANG DIDUGA ADMIN BJORKA TAK DITAHAN .POLISI : PELAKU KOOPERATIF

ERA.id - Seorang pria berinisial MAH (21) asal Madiun, Jawa Timur (Jatim) ditetapkan sebagai tersangka karena menjadi admin hacker Bjorka. Meski begitu, Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan MAH tidak ditahan.

"Berarti sedang diproses dan tidak dilakukan penahanan karena (pelaku) kooperatif," kata Ade Yaya saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/09/2022).

Ade Yaya mengatakan tim khusus masih melakukan pendalaman terkait MAH dan hacker Bjorka. Dia juga tak merinci MAH dijerat pasal berapa dalam kasus ini.

"Nanti update selanjutnya kita tunggu, ya," tambahnya.

Ade Yaya hanya menambahkan MAH ditetapkan menjadi tersangka karena menjadi admin Bjorka.

"Jadi timsus telah melakukan beberapa upaya dan berhasil mengamankan tersangka inisial MAH, adapun peran tersangka merupakan bagian dari kelompok Bjorka yang berperan sebagai penyedia channel telegram dengan nama channel Bjorkanism," ujarnya

Ade Yaya mengatakan channel telegram Bjorka dipakai MAH untuk mengunggah informasi mengenai hacker ini. MAH, sambungnya, memposting informasi Bjorka sebanyak tiga kali.

"Yaitu tanggal 8 september 2022, "Stop Being Idiot". Kemudian 9 September 2022 "The Next Leaks Will Come From The President of Indonesia" dan tanggal 10 September 2022 "To Support People Who Has Stabbling By Holding Demonstration in Indonesia Regarding The Price Fuel Oil, I Will Publish myPertamina Database Soon," tambahnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo angkat bicara mengenai terduga hacker Bjorka, MAH (21) yang ditangkap di Madiun, Jatim. Dedi mengatakan timsus masih mendalami apakah MAH benar merupakan hacker Bjorka atau tidak.

Belum, belum disimpulkan seperti itu (MAH benar hacker Bjorka atau bukan). Karena masih didalami oleh timsus. Saya tidak berkompeten untuk menjelaskan sebelum timsus nanti telah selesai bekerja," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

TNCMedia

Dukung editor dan penulis situsweb ini via Bank Rakyat Indonesia (BRI) No Rek: 701001002365501 atau ke BRI No Rek: - 109801026985507 Kontak: 082113030454

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال